Kamis, 27 Mei 2010

Lembaga-Lembaga Ekonomi Syariah di Indonesia

Ada beberapa lembaga ekonomi yang melakukan kegiatannya dengan menggunakan sistem ekonomi syariah, diantaranya adalah :

1. Perbankan syariah mempunyai ciri-ciri :
a. Bank syariah menjadikan uang sebagai alat tukat bukan komoditi yang diperdagangkan.
b. Bank syariah menggunakan cara bagi hasil dari keuntungan jasa atas transaksi rii bukan sistem bunga sebagai imbalan terhadap pemilik uang yang besarnya ditetapkan di muka.
c. Resiko usaha akan dihadapi bersama antara nasabah dengan bank syariah dan tidak mengenal selisih negatif (negative spread).
d. Pada bank syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai pengawas kegiatan operasional bank syariah agar tidak menyimpang dari nilai-nilai syariah.

2. Asuransi syariah mempunyai ciri-ciri :
a. Asuransi syariah menggunakan akad tolong-menolong bukan akad jual beli.
b. Dana yang terkumpul dari peserta asuransi akan tetap menjadi milik peserta asuransi bukan menjadi milik perusahaan. Karena itu perusahaan asuransi syariah hanya berperan sebagai pengelola dana (mudharib) bukan penentu investasi.
c. Pembayaran klaim peserta menggunakan dana kebajikan (tabarru’) bukan dana milik perusahaan asuransi.
d. Pada asuransi syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai pengawas kegiatan operasional asuransi syariah agar tidak menyimpang dari nilai-nilai syariah.

3. Pegadaian syariah mempunyai ciri-ciri :
a. Biaya administrasi pegadaian syariah berdasarkan barang bukan pada prosentase yang didasarkan pada golongan barang.
b. Pada pegadaian syariah 1 hari dihitung 5 hari bukan 15 hari.
c. Jasa simpanan berdasarkan simpanan bukan berdasarkan uang pinjaman.
d. Bila pinjaman tidak dilunasi barang pinjaman akan dijual kepada masyarakat bukan dilelang.
e. Uang pinjaman 90 % dari nilai taksiran bukan 92 % untuk golongan A dan untuk golongan BCD 88-86 %.
f. Penggolongan nasabah pegadaian syariah D-K-M-I-L bukan P-N-I-D-L.
g. Jasa simpanan dihitung dengan konstanta dikali taksiran bukan dengan prosentase dikali uang pinjaman.
h. Maksimal jangka waktu di pegadaian syariah 3 bulan bukan 4 bulan.
i. Kelebihan uang hasil dari penjualan barang tidak diambil oleh nasabah dan bukan menjadi milik pegadaian melainkan diserahkan kepada Lembaga ZIS.

4. Pasar Modal syariah
Investasi syariah dalam surat berharga pasar modal mengambil bentuk sertifikat investasi bagi hasil, margin, pendapatan sewa menyewa jangka waktu tertentu (obligasi syariah) dan saham-saham dalam Islamic Index.
Hal-hal penting yang diperhatikan dalam investasi syariah di pasar modal adalah :
a. Klasifikasi substansi entitas sesuai syariah, artinya tidak bergerak di industri minuman keras, pengepakan daging non halal, bank atau lembaga keuangan konvensional, perjudian, senjata, dan pornografi.
b. Transparansi dalam cara masuk ke substansi investasi.
c. Manajemen aktiva yang berkualitas.
d. Perkiraan profil resiko dan hasil.
e. Lingkungan investasi sesuai peraturan yang berlaku.
f. Tingkat likuiditas atau jangka waktu investasi dan perolehan hasil.

5. BMT (Baitul Mal wat Tamwil)
Merupakan lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin, ditumbuhkan atas prakarsa dan modal awal dari tokoh-tokoh masyarakat setempat dengan berlandaskan pada sistem ekonomi yang salaam : keselamatan (berintikan keadilan), kedamaian, dan kesejahteraan.

Sumber: Lembaga Ekonomi Syariah